Pop Display Untuk Keperluan Pop Up Store

Tren Pop-up Store di Indonesia

18 November 0

Beberapa tahun berakhir, seiring berkembangnya semangat wirausaha di kalangan muda Indonesia, trend pop up store ikut berkembang. Seperti apa sih pop-up store itu? Dan apakah pop-up store jadi pilihan utama cara berjualan di era ini? Coba kita lihat sekilas mengenai pop-up store ini.

Pada intinya, pop-up store adalah toko fisik (untuk mempertegas perbedaan dengan toko online yang juga populer saat ini) yang muncul secara tiba-tiba dan tidak berada di tempat yang sama secara permanen. Tentu dengan memahami konsep tersebut dan membandingkannya dengan sejarah terkait penjualan ritel, konsep pop-up store bukanlah hal baru. Dari dulu, orang sudah mengenal adanya toko-toko yang hanya muncul di saat tertentu atau musim-musim tertentu. Tapi yang menjadi penekanan di tren pop-up store sekarang seharusnya adalah unsur mendadak dan kesementaraannya.

Tidak heran, karena keberadaan pop-up store yang sementara itu, biaya yang dibutuhkan untuk melakukan transaksi fisik secara langsung dengan pelanggan jadi terjangkau. Pemilik usaha tidak harus berkomitmen untuk menyewa tempat berbulan-bulan. Pun juga dengan peralatan display di toko. Untuk konsep pop-up store, tidak harus ada etalase permanen untuk memajang produk-produk.

 

Pop up store dan pop display

Seiring dengan munculnya pop-up store, penggunaan pop display juga dilirik. Ciri-ciri utama dari pop up display adalah penggunaan material-material yang ringan, mudah copot pasang, dan karenanya jadi mudah dibawa-bawa (portable). Biasanya, pop display dibuat dari bahan-bahan yang ringan namun menarik seperti corrugated box atau plastik yang cukup awet dan mudah dicopot pasang. Solusi pop up display ini jelas muncul untuk menjawab kebutuhan pop up store yang bersifat sementara dan berpindah-pindah.

 

Pop up store tempat transaksi utama?

Yang menarik dari pop up store adalah para pelakunya. Tidak hanya brand-brand besar yang memanfaatkan konsep pop up store, tapi juga para pelaku bisnis jual beli online, yakni para pemilik toko online, yang notabene mayoritas merupakan usaha kelas menengah. Tren usaha berjualan online tidak dapat dihindari lagi dengan perkembangan teknologi, media sosial, dan platform-platform seperti online marketplace. Makin banyak usaha yang dimulai secara online, lalu pelan-pelan berkembang menjadi memiliki wujud fisik. Banyak pemilik toko online memanfaatkan terjangkaunya biaya untuk pop up store sebagai cara pertama untuk berjualan langsung. Sementara, bagi brand-brand besar, kemunculan pop up store merupakan salah satu strategi marketing akibat dari lesunya industri ritel di dunia.

Melihat latar belakang dan konsepnya, pop up store sesungguhnya bukan channel penjualan yang utama, melainkan sebagai sarana marketing. Kemunculannya yang mendadak disertai diskon menarik, menjadikannya seperti flash sale yang sebenarnya identik dengan toko online. Tapi, dengan karakteristiknya yang hanya sementara, tampilan pop display yang menarik, dan diskon menggiurkan, pop up store bisa dibilang bukan menjadi channel utama untuk berjualan, melainkan sebagai penarik pasar dan sarana untuk memperkenalkan produk atau layanan di luar channel utama sumber pembelian, seperti channel online misalnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *